Latest Post

Pembunuh WN Vietnam di Sekupang adalah Supir Taksi

Written By catatan kesederhanaan on Jumat, 23 Mei 2014 | 19.48

Pembunuh-WN-VietnamKepri News-BATAM (BP) – Setelah sempat kabur dari kejaran tim Buser Polsek Sekupang selama dua pekan, Andra bin Rasman, tersangka perampok dan penganiaya Pham Thi Thanh Hoa, 40, Warga Negara Vietnam hingga tewas, akhirnya ditangkap. Bapak satu anak ini adalah sopir taksi plat hitam yang tiap hari selalu keliling cari penumpang.
Andra dibekuk tim Buser Polsek Sekupang di daerah Telukburung, Tembilahan, Riau, Rabu (21/5) sore. Andra ditangkap saat baru pulang dari kebun membantu mertuanya. Dalam penangkapannya Andra tak melakukan perlawanan.

Kepada Batam Pos, Andra mengaku nekat menikam pinggang perempuan kelahiran Hanoi, Vietnam itu, dalam mobil karena tak kesesuaian perjanjian masalah tarif yang sudah disepakati oleh Pham Thi Thanh Hoa, saat mengantarnya Kamis (8/5) silam sekitar pukul 09.30 WIB.
Menurutnya, saat itu Pham  memang tak bisa berbahasa Indonesia dan menulis di ponselnya tarif naik taksi yang ditawarnya. Pham naik dari depan Mukakuning minta diantar ke Jembatan I Barelang untuk sekedar jalan-jalan.
Saat menghadang taksi Andra, Pham tak sendiri. Ia diantar teman prianya yang tinggal di Batamindo. Sebelum masuk taksi, teman prianya bertanya berapa untuk mengantarkan ke Jembatan I Barelang dan dilanjutkan ke Pelabuhan Internasional Sekupang. Dijawablah Andra Rp 300 ribu.
”Saya sempat antar dia menuju Jembatan I Barelang. Setelah sempat menunggunya, saya antar lagi ke Pelabuhan Internasional Sekupang hendak kembali ke Singapura. Di tengah perjalanan tepatnya di jalan Seiharapan, Pham langsung sodorkan uang Rp 150 ribu saja. Saya tak mau lah, saya minta tambah Rp 150 ribu seperti yang disepakati,” ujarnya.
Dia dalam mobil Pham duduk di depan sebelah saya sambil ngomel-ngomel pake bahasa Vietnam. ”Saya emosi lah, dia yang ngingkari janji, dia pula yang marah-marah,” tambahnya.
Andra pun naik pitam lalu mengambil pisau di sebelah jok mobilnya dan menikamkannya tepat di perut bagian kanan serta lengan leher samping kanan. Pham langsung teriak kesakitan. ”Kebetulan kaca film gelap semua. Jadi tak kelihatan dari luar,” ucapnya.
Karena panik, andra balik arah ke simpang Seiharapan dan menuju Tiban. Tepat dekat GOR Sekupang di Jalan Raya Gajah Mada depan Perumahan Mutiara View, Pham nekat membuka pintu mobil dan memilih lompat dari mobil.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pham ditemukan Kepala Dinas Kesehatan Batam, Chandra Rizal di tengah jalan dalam kondisi kritis. Kemudian Chandra membawanya ke RSOB-BP Batam.
Sementara itu, usai menikam penumpangnya, Andra langsung pulang dan bersembunyi di kontrakannya di Tanjungpiayu. Andra juga berusaha menyembunyikan taksi yang ia sewa dari temannya bernama Ronny. Baru paginya dia menghubungi Ronny dan mengembalikan taksi itu.
Andra kemudian menghubungi dua rekannya yang lain, Ronald dan Wira dan menceritakan apa yang telah dilakukannya. Ronald dan Wira bukannya melaporkan ke polisi, tapi malah memberikan uang supaya Andra bisa sembunyi keluar Batam. Mereka juga mengantarkannya ke Pelabuhan Telagapunggur Jumat (9/4) pagi.
Andra lalu kabur ke Tanjunguban dan melanjutkan perjalanan ke Tanjungpinang. Sabtu (10/4) pagi, Andra menyeberang naik feri dari Pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang menuju Tembilahan. Selama di Tembilahan bersembunyi, Andra menumpang di rumah mertuanya. Andra ikut membantu mertuanya itu berkebun.
Kapolresta Barelang, Kombes Hendra Suhartiyono, mengatakan Andra dijerat pasal 365 KUH-Pidana tentang pencurian dengan tindak kekerasan hingga menyebabkan orang lain meninggal dengan ancaman 9 tahun penjara. Sedangkan tiga rekan, dikenakan pasal 221 KUH-Pidana, yakni turut serta membantu pelarian pelaku tindak kriminal dengan ancaman 9 bulan penjara. (gas)

Ini Wajib Pajak Taat Pajak di Batam 2014


Anugrah-Wajib-Pajak-2-F-Cecep-Mulyana

Kepri News-BATAM (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang taat membayar pajak tepat waktu. Apresiasi itu diberikan kepada beberapa kategori wajib pajak, seperti hotel berbintang, non bintang, kedai kopi, restoran, rumah makan, diskotik, spa dan massage, bioskop dan biliar, pajak bumi dan bangunan, penerang jalan, reklame dan parkir.
Adapun beberapa penghargaan yang diberikan, untuk hotel berbintang, terbaik pertama diraih Novotel Hotel, pajak reklame diraih Hypermart Mega Mall, pajak restoran diraih Warung Tekko, pajak rumah makan diraih Sederhana Jodoh, pajak diskotik dan karaoke diraih M One, pajak billiard dan bioskop diraih Hokky Bear Billiar BCS.
Kemudian peraih pengahragaan taat pajak kategori pajak hotel non bintang diraih KTM Indonesia. Sementara aktegori pajak penerangan jalan diraih Bredero Shew Indonesia, pajak spa and massage diraih Spa Villa KTM, pajak kedai kopi diraih Takadeli Bakeri dan pajak hiburan jenis pub and bar diraih The Last Bar, serta pajak jenis parkir diraih Jodoh Centre Indotama.
Terakhir, penghargaan juga diberikan kepada pajak jenis PBB-P2 yang NJOP kecil dari Rp 1 miliar dan NJOP besar Rp 1 miliar. Tak hanya itu, Pemko juga memberikan apresiasi kepada notaris yang telah memfasilitasi beberapa pengurusan pajak atau BPHTB.
”Tujuan diselenggarakan acara ini sebagai wujud apresiasi Kota Batam kepada wajib pajak yang menunaikan kewajiban membayar pajak tepat waktu,” kata Kepala Dispenda Batam, Jefridin pada malam Apresiasi Wajib Pajak Taat pajak 2014, Planet Holiday, Rabu (21/5) malam.
Penilaian yang dilakukan kepada wajib pajak, di antaranya tertib menyetorkan pajak melalui kas daerah tanggal 10 setiap bulannya. Kemudian, tertib administrasi, pembukuan dan beberapa aspek lainya.
”Saya berharap dengan penghargaan ini, para wajib pajak yang ada di Kota Batam akan semakin terpacu untuk membayar kewajibannya kepada negara. Karena dengan pajak keberlangsungan pembangunan daerah akan terus berlanjut,” imbuh Jefridin.
Menurut dia, Pemko Batam merasa bangga dan senang karena target pendapatan daerah dari pajak mengalami peningkatan setiap tahunnya. ”Kita akan terus tingkatkan pendapatan daerah tentu dengan peran masyarakat. Di 2013, ada peningkatan PAD kita dari Rp 515 miliar yang kita targetkan, ternyata realisasinya mencapai Rp 608 miliar. Ini semua atas partisipasi masyarakat,” sebutnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Rudi, mengatakan tanpa adanya pajak yang dibayarkan para wajib pajak maka pembangunan di Batam dipastikan tidak bisa terlaksana. Karena itu, rasa terima kasih baik kepada perusahaan maupun perorangan atas kesadarannya membayar pajak.
”Pajak yang masuk sebagai PAD itu akan kembali ke masyarakat. Tapi tidak dalam bentuk uang, namun berbentuk fisik. Seperti jalan, mengatasi banjir semua uangnya dari pajak,” ungkap Rudi.
Menurut dia, wajib pajak tak hanya membantu untuk pembangunan fisik di Batam, tapi juga telah membantu mensukseskan pelaksanaan MTQ di Batam.
Malam Apresiasi Wajib Pajak tersebut selain dihadiri unsur Muspida Kota Batam, para kepala satuan perangkat kerja (SKPD) di lingkungan Pemko Batam, juga dimeriahkan artis ibukota Maya KDI. (she)

Astaka MTQ XXV di Engku Putri jadi Museum Sejarah Melayu


Nadia-Mulya--presenter-TV-One-mewawancarai-Wali-Kota-Batam-dan-Deputi-5-Menko
Kepri News-Walikota Batam Ahmad Dahlan memaparkan kesiapan Kota BAtam sebgai tuan rumah MTQ Nasional ke-XXV di Tv One. Dalam dialog interaktif ini, Dahlan dan Deputi 5 Menko Pariwisata dipandu presenter TV One, Nadia-Mulya. Foto: Humas Pemko Batam




 JAKARTA (BP) – Walikota Batam, Ahmad Dahlan memaparkan kesiapan pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XXV Nasional yang akan diselenggarakan di Kota Batam-Provinsi Kepri, dalam program Coffee Break yang disiarkan secara live TV One di Epicentrum, Jakarta, Kamis (22/5).
Dalam acara yang dipandu host Nadia Mulya tersebut, Dahlan yang tampil bersama Deputi 5 Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Haswan Yunaz, memaparkan kesiapan Kota Batam-Provinsi Kepri sebagai tuan rumah penyelenggaraan event nasional tersebut. Termasuk juga pameran Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) yang disejalankan dengan pelaksanaan MTQ Nasional ini.
Dahlan menyampaikan, antusias warga Kepri pada umumnya dan Batam pada khususnya sangat tinggi dalam menyambut penyelenggaraan MTQ dan PPKI. ”Kita membangun Batam sebagai kota industri, jasa, perdagangan dan pariwisata. Tapi, tiba-tiba ditunjuk menjadi tuan rumah MTQ dan event nasional lainnya. Ini luas biasa,” ujarnya.
Terkait kesiapan infrastruktur dalam event berskala nasional nanti, Dahlan menyampaikan infrastruktur yang ada di Kota Batam cukup memadai untuk penyelenggaraan MTQ dan PPKI. Fasilitas yang dibangun tidak hanya diperuntukkan pada ajang ini saja, namun tetap berguna pasca perhelatan event ini.
”Misalnya astaka utama tadinya akan dibangun semi permanen. Tetapi dengan pertimbangan setelah MTQ bisa difungsikan sebagai museum sejarah Batam atau sejarah Melayu,” sebutnya.
Terkait PPKI, Dahlan berharap ajang ini menjadi sarana promosi dan investasi untuk kemajuan dan perluasan pasar produk-produk yang dihadirkan. Selain itu, juga sebagai ajang silaturahmi para insan kreatif dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan produk dan kesenian serta kebudayaan dari masing-masing daerahnya.
Sementara itu, Haswan Yunaz, mengatakan PPKI ke-8 yang akan diselenggarakan di Batam merupakan PPKI yang pertama kali digelar di daerah, setelah tujuh event PPKI sebelumnya selalu diadakan di Jakarta. Hal ini dilakukan sebagai langkah memajukan potensi daerah-daerah yang ada di Indonesia.
Pemilihan Batam sebagai tuan rumah, kata Haswan, dikarenakan letak Batam yang strategis dan sebagai pintu gerbang masuk Indonesia ketiga di bidang pariwisata diharapkan membuka peluang investasi dan menunjukkan betapa kayanya kebudayaan dan kreatifitas Indonesia.
Dalam PPKI nanti akan ada 15 produk kreatif yang ditampilkan, di antaranya musik, fashion, TV, radio, fotografi, barang seni, kerajinan, kuliner, advertising, dan seni budaya. ”Ada 15 sub sektor ekonomi kreatif. Tapi yang kita fokuskan ada tiga, yakni pameran, promosi wisata, serta pertunjukan seni dan budaya,” ujar Haswan. (mta)

Puluhan Siswa Kesurupan di Engku Putri


Kepri News-Latihan tari untuk mengisi kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXV di lapangan Dataran Engku Putri, Batam Center tadi malam, Kamis (22/5) malam berubah jadi riuh. Pasalnya puluhan dari ratusan siswa yang ikut latihan tari tersebut mengalami kesurupan massal.
Puluhan siswa gabungan SMP dan SMA itu sedang latih menari pencak silat. Awalnya berjalan normal, namun selang setengah jam, Aldi satu pelajar dari SMAN 4 Batam, lansung terjatuh. Dia kemudian terbangun dan mengamuk sambil berteriak. “Kalian mengganggu kami! Tidak boleh ribut di sini,”.
Ppelajar lainnya panik. Instruktrur latihanberusaha menenangkan Aldi. Aldi sempat sadar, namun beberapa menit kemudian, belasan perlajar lainnya terjatuh dan ikut kesurupan.
“Dari awal latihan perasaan saya sudah nggak enak, tapi saya tahan. Sampai akhirnya saya tumbang juga. Saya melihat ada makhluk hitam bertaring mendekati saya,” tutur Aldi yang ditanyai setelah siuman. (eja)

Pemerintah Siap Ambil Alih Pengelolaan Udara Batam dari Singapura


Kepri News-Kepala Bandara Hang Nadim, Suprasetyo mengatakan akan membantu persiapan untuk mengembalikan pengendalian udara Batam dan Natuna. Ini seiring dengan adanya rencana dari  Pemerintah pusat yang menargetkan, pengelolaan wilayah udara kawasan Batam dan Natuna pada 2016 mendatang.
“Kita sedang bersiap untuk mengambil alih udara Batam dan Natuna. Ini juga akan mendorong perkembangan Hang Nadim kedepannya,” katanya.
Suprasetyo mengatakan saat ini ruang udara Batam dan Natuna saat ini dikontrol oleh Singapura. Ini akan sangat mendukung bagi rencana BP Batam untuk operasional bandara yang akan buka selama 24 jam. Apalagi di bandara juga akan dibangun delapan hanggar.
“Kita butuh kesiapan pengendalian ruang udara di Natuna dan Batam,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bandara Hang Nadim akan beroperasi selama 24 jam mulai mei mendatang. Sejumlah maskapai akan melakukan penerbangan malam. Penerbangan dari Batam ini akan disinergiskan dengan bandara yang beroperasi 24 jam di daerah lain.
“Penerbangan atau flight malam, sudah ada konfirmasi penerbangan dari sejumlah maskapai misalnya Lion Air, Citylink Air, Sriwijaya Air dan lainnya.” kata Suprastyo, Kepala Bandara Hang Nadim Batam saat konfrensi pers di
Suprastyo mengatakan saat ini sudah ada beberapa bandara di luar daerah yang sudah beroperasi 24 jam seperti bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Surabaya, Denpasar, Ujungpandang, Kuala Namu dan Palembang.
“Jadi akan sinergis dengan bandara lain, yang buka 24 jam,” kata Suprastyo didampingi Kasubdit Humas dan Publikasi, BP Batam, Ilham Eka Hartawan.
Bahkan kedepannya, saat dibuka penerbangan malam sudah ada maskapai yang akan terbang ke Papua, pada pukul 02.00 WIB dini hari. Menurut dia, peminat dari maskapai juga sudah banyak. Bahkan saat ini pihak Hang Nadim berupaya untuk menghubungkan bandara ini dengan bandara internasional lainnya, bahkan di luar negeri. (ian)

Empat Bulan, 76.700 Butir Ekstasi Disita Polisi di Kepri

ilustrasi
Kepri News-Terjadi tren peningkatan jumlah tersangka dalam kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap Polda Kepri.

Jika pada tahun 2013 terdapat 376 tersangka yang berhasil ditangkap, maka pada tahun 2014 sampai dengan bulan April saja, Polda Kepri sudah meringkus 132 orang tersangka atau mengalami kenaikan sekitar 5 persen.
ilustrasi
“Pada tahun 2013, tercatat sebanyak 282 kasus, dan pada tahun 2014 sebanyak 90 kasus narkoba yang berhasil diungkap Polda Kepri,” kata Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono, Kemarin (22/5).
Adapun rincian barang haram yang berhasil disita pada tahun 2013 antara lain ganja sebanyak 70.416,69 gram, sabu sebanyak 1.143,6 gram, ekstasi sebanyak 175.458,8 butir, dan Happy Five sebanyak 9.828 butir.
Sementara itu, pada tahun 2014, ganja berhasil disita sebanyak 27.180,15 gram, sabu sebanyak 5.822,48 gram, ekstasi sebanyak 76.700 butir, heroin sebanyak 9,83 gram, dan Happy Five sebanyak 10.501 dan seperempat butir. Nilai dari barang tangkapan ini diperkirakan mencapai nilai miliaran rupiah.
Dari paparan trend kejahatan Narkoba tersebut, dapat disimpulkan besarnya tingkat peredaran Narkoba di Wilayah Kepri. “Hal tersebut dapat dilihat dari tahun 2013 sampai dengan bulan April 2014 ada beberapa bandar besar Narkoba yang berhasil ditangkap dengan jumlah barang bukti yang berhasil disita dalam jumlah besar,” kata Hartono. (l) (sumber: Batam Pos)

Bocah Empat Tahun Hilang Diseret Banjir, di Jodoh

Warga mengerubungi lubang selokan tempat Rizky terseret banjir. foto: eusebius / batampos
Kepri News- Rizky, 4, warga ruli Bukit Senyum Bawa RT02/RW07, Batuampar hilang terseret arus banjir di parit depan perumahan Happy Valley Garden blok A ujung yang berbatasan langsung dengan ruli Bukit Senyum bawa, Jumat (24/5) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Sampai pukul 13.00 WIB, putra pertama pasangan Ramli dan Waifi ini belum ditemukan. Warga sudah menyisir parit utama di sepanjang lokasi bocah malang itu hilang sampai ke wilayah Jodoh, namun belum membuahkan hasil. Tekanan air banjir akibat hujan deras sepanjang hari ini masih tinggi sehingga kesulitan untuk menemukan Rizky.
Waifi ibu Rizky, menisahkan, “dia di rumah dengan saya tadi, tapi sekitar pukul 11.00 WIB. Dia pamitan mau jajan di bawah.”
Bersama Yeni, Anggi dan Adri, Rizky bermain di parit di depan perumahan Happy Valley. Rizky masuk ke dalam parit.
Belum lama bermain hujan kian deras, dan tiba-tiba banjir besar datang dari atas ruli.
Rizky masuk ke dalam parit yang lebih dalam dengan kedalaman mencapai satu meter dan lebar setengah meter.
“Adri sempat tarik tangan dia, sampai kepala anak saya kepalanya benjol terbentur ke tembok parit. Tapi karena kurang kuat akhirnya terlepas,” kata Lilis ibu Adri.
Melihat temannya terseret air arus air, Adri dan dua rekannya yang langsung berteriak minta tolong. (eja) (sumber: BatamPos.co.id)

Trending Topik

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kepri News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger